Skip to content
GrabVid - free video downloader

Ambil audio dari video Twitter dan X

Pisahkan trek suara dari sebuah postingan di X lalu simpan tersendiri.

Cara mengambil audio dari video X

  1. 1

    Salin link postingannya

    Buka postingan yang memuat video lalu salin linknya dari ikon bagikan. Linknya harus memuat /status/ dan deretan angka panjang.

  2. 2

    Tempel di sini

    Kami membaca postingannya lalu menampilkan pilihan audio bersama pilihan video, di bagian bawah daftar.

  3. 3

    Pilih bitrate-nya

    Tersedia 128, 192, dan 320 kbps. Untuk suara orang berbicara, 128 sudah lebih dari cukup; untuk musik, 320 memberi hasil paling bersih.

Kapan ini benar-benar berguna

Wawancara, pidato, dan obrolan panjang lebih enak didengar daripada ditonton. File audionya jauh lebih kecil daripada video dan bisa diputar dengan layar mati.

Ini juga cara tercepat mengutip sesuatu dengan tepat: MP3 pendek langsung masuk ke aplikasi edit audio tanpa perlu memproses seluruh videonya dulu.

Bitrate tidak memperbaiki sumbernya

Audio di X umumnya AAC sekitar 128 kbps. Memilih 320 tidak mengembalikan detail yang memang tidak ada, hanya mengurangi kerusakan tambahan dari proses encode ulang.

Dengan kata lain, 320 kbps memberi salinan paling setia dari sumber itu, bukan sumber yang lebih baik. Untuk suara bicara, selisihnya nyaris tidak terdengar.

Pertanyaan seputar audio X

Untuk suara bicara, 128 kbps sudah cukup dan ukurannya kecil. Untuk musik atau bahan yang akan diedit, 320 kbps memberi hasil encode paling bersih dari audio aslinya, meski sumbernya tetap jadi batas.

Untuk semua postingan publik yang memuat video bersuara. Postingan bertipe GIF tidak punya trek audio, jadi di situ tidak ada yang bisa diambil.

Bisa, semuanya berjalan di browser. Di iPhone file MP3 masuk ke app Files dan di Android ke folder Download, tempat aplikasi musik menemukannya sendiri.

Tidak. Konversinya berjalan saat itu juga dan filenya dialirkan ke perangkat Anda sambil dibuat. Tidak ada salinan maupun riwayat yang tertinggal.

Tergantung siapa pemiliknya. Wawancara dan ceramah punya pemilik hak, dan musik latar hampir selalu milik label. Untuk keperluan pribadi umumnya tidak masalah, untuk dipublikasikan lain cerita.

Halaman ini berbahasa Indonesia. Versi bahasa Inggris memuat panduan yang lebih panjang soal format, kualitas, dan hak cipta. English